Senin, 27 Februari 2012

harus ada yang memegang tali kekang

"Jalan Ini Siapa yang Tahu"

bayangan saya ketika memasuki dunia kemahasiswaan adalah menjadi mahasiswa yang bureng-- istilah untuk mahasiswa yang orientasinya lebih kepada prestasi akademik. awalnya yang terbayang adalah setumpuk akan buku menjadi sahabat saya, secarik kertas penuh coretan, buku penuh dengan highlight warna-warni, mata panda dan semua ciri fisik pecinta buku (bahasa halus untuk kutu buku) bisa terlihat. bercita-cita menjadi manusia modern karena sebelumnya boleh dikata saya berperawakan seperti manusia gua,tinggi, kurus, hitam legam -- yang putih hanya sklera mata, hobi main parang, mainnya di sawah atau di empang, malas pakai sendal, kalau jalan ke sawah pasti menggendong senapan angin.

Terlepas dari terpenuhinya semua bakat dan syarat untuk jadi manusia gua, Allah pemilik segenap alam semesta, pemilik semua pengetahuan di bumi, Allah yang memberi kepada hambanya yang meminta, memberikan jalan yang tidak dapat di terka oleh siapa pun. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, di tempat inilah kurang lebih hampir satu tahun setengah saya menimba ilmu, mencicipi dunia kemahasiswaan dan menyusur jalan menjadi untuk menjadi dokter...


Sabtu, 14 Mei 2011

terus bergerak

agaknya
masih cukup lama harus menunggu
bersama cita-cita baru
masih cukup lama sampai keujung tulisan raya
agaknya masih cukup lama harus bermain dengan pelita

masih bergulat ini hari
berdiri didepan batas pembeda
antara pandai dan cerdas bergerak
akan tertembus akan melalui
akan menebus akan menuai

sekali bergerak tak pernah rindu berhenti
berhenti berarti mati
berfikir berhenti berarti belajar mengkhianati
berhenti menggugat berbuat yang terbaik

ada tanda sudah terindra
mustahil berlabuh di tengah luas lautan
terlalu dalam harus membuang sauh
agaknya aku harus terus bergerak
melaju ke pantai yang belum di temu

karena waktu tak akan menunggu

Rabu, 18 Agustus 2010

GUSAR

terlelap ilalang dengan gusar
tenang gelombang dengan badai
tertidur hati dengan ambisi
tersusun harmoni dengan kontradiksi

hati tetap disini
pikiran terlalu jauh
hati telah disana
pikiran entah kemana

rasa hilang
pikiran melayang
rasa kembali
pikiran lupa dengan diri dan hati
terus berlari sendiri

rasa-rasanya kau harus membagi rasa denganku
bagikan aku satu rasa saja
bagikan aku rasa
penghapus rasa bersalah

maafkan aku karena salahku telah melukai mu
tolongi hatiku